Kisah Kakek Penjual Rempeyek di Jogja, Sering Tidur di Atas Becak Karena Alasan Ini

Posted on Loading...

Beliau menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dan aku tutup dengan senyum perpisahan.

So buat yang ngelewatin jl tamsis atau kebetulan pas mau beli makaroni ngehe bisa dilarisi rempeyek mbahnya….

Mesakke dab bayangno nek kui ki morotuamu opo mbahmu~”.

rempeyek kacang

Dengan postingan tersebut, Ayu mengajak para netizen untuk lebih peka dengan lingkungan di sekitar.

Tak ada salahnya membeli makanan tradisional dan menghargai perjuangan penjualnya meski tak membeli dalam jumlah besar.

Hingga berita ini dibuat, postingan itu telah dibagikan sebanyak 154 kali, dan dikomentari beberapa netizen.

Ini komentar dari netizen:

Ega Pembella Mataram: Up . Bukan tentang seberapa materi yg kita keluarkan & bukan pula tntang seberapa yg beliau dapatkan .
Kita dpt mengambil hikmah, pelajaran, & perjuangan dari seorang penjual peyek dgn usia yg tidaklah muda .

Tri Hasto Hutama: Saluut,, smoga rejeki ny tmbah… Aamiin.

 

« Halaman sebelumnya